7.21.2008

Pimpinan Dewan Tak Punya "Sense Of Crisis"
Pengajuan sejumlah mata anggaran yang tidak relevan dengan kinerja pimpinan dewan Kota Cirebon dinilai hanya pemborosan dan semakin membuktikan tidak adanya "sense of crisis" di tengah kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga BBM."Biaya sewa hotel untuk tamu dan biaya jamuan makan dan minum tidak berhubungan langsung dengan kinerja dewan sehingga sangat tidak layak jika dianggarkan berlebihan," kata pengamat kebijakan publik Prof Dr Adang Djumhur di Cirebon, Senin.
Namun, Asisten Direktur I Program Pascasarjana STAIN Cirebon itu juga menyampaikan apresiasi atas keberanian munculnya kritik internal yang dilakukan Ketua Fraksi Partai Demokrat Djoko Poerwanto dan Sekretaris Fraksi PKS Ahmad Azrul Zuniarto terhadap anggaran dewan yang dinilai berlebihan itu.Ia menjelaskan, pengajuan anggaran biaya sewa hotel tamu sebanyak 50 kamar per bulan dengan harga sewa Rp575.000/kamar dan tambahan biaya makan dan minum serta tambahan kendaraan roda empat dan dua untuk operasional pimpinan dewan hanya semakin melukai hati rakyat.
"Belakangan ini lembaga yang terhormat itu memang terlihat semakin tidak peka dengan persoalan bangsa dan rakyatnya. Dengan segala kewenangan yang dimilikinya, malah mereka memanfaatkannya dengan tidak semestinya," katanya.
Adang juga menilai, alasan yang digunakan Ketua Panitia Anggaran yang juga Wakil Ketua DPRD Edi Suripno bahwa semua itu hanya sekedar usulan yang belum tentu terpenuhi, tidak bisa dijadikan alasan pembenar. "Meskipun belum tentu bisa dipenuhi, namun paling tidak mereka sudah punya niat dan itikad yang tidak pas. Apalagi ada kecenderungan selama ini eksekutif kurang berani menolak usulan atau keinginan dewan," katanya.
Ia berharap kritik internal dari anggota dewan yang masih mempunyai "sense of crisis" dan tekanan dari rakyat bisa lebih mengerem nafsu dewan untuk memanfaatkan anggaran publik.Batas kewajaranSebelumnya Edi Suripno, mengungkapkan bahwa semua anggaran yang tercantum dalam anggaran Sekwan (Sekretaris Dewan) masih dalam batas kewajaran dari sebuah usulan.
"Itu semua baru sebatas usulan, wajar kan kalau kita mengusulkan, namun untuk bisa masuk dalam Rencana Perubahan APBD masih diperlukan dua pembahasan yaitu pembahasan Rencana Kebijakan Umum APBD (RKUAPBD) dan Rencana Prioritas Platform Anggaran Sementara (RPPAS). Tergantung juga keuangan daerah," katanya.
Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon H. Hasanudin Manap yang menyatakan, draft pengajuan anggaran biaya tambahan (ABT) oleh eksekutif kepada legislatif hanyalah semacam kompilasi data usulan dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
"Masih panjang lagi prosesnya untuk bisa sampai kepada penetapan anggaran. Apalagi soal penetapan juga tergantung kemampuan keuangan daerah. Tapi untuk lebih tahu secara teknis, lebih baik konfirmasi ke Sekwan saja," katanya.
Namun Sekwan Hj. Tati Suryawati ketika hendak dikonfirmasi ternyata sedang dinas ke Bandung. Seperti diberitakan sebelumnya, membengkaknya anggaran pimpinan dewan itu membuat sejumlah anggota dewan termasuk panitia anggaran mengaku geram karena sebenarnya anggaran yang sudah ada dinilai sudah mencukupi, bahkan pembengkakan biaya itu justru bisa menurunkan citra anggota dewan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Djoko Purwanto mengatakan, anggaran perubahan yang diajukan dengan menambah anggaran pimpinan dewan itu dianggap bukan sesuatu yang penting, bahkan bisa memperburuk citra dewan.
"Semua anggaran tersebut muncul dalam draft perubahan anggaran 2008 yang diajukan ke Walikota Cirebon tanpa persetujuan dari Panitia Anggaran. Kami sendiri baru tahu sekitar 1 bulan lalu," tuturnya yang juga masuk panitia anggaran.Hal senada dikatakan Azrul Zuniarto, panitia anggaran dari Fraksi PKS, bahwa APBD 2008 telah cukup banyak memberikan anggaran bagi pimpinan dewan sehingga tidak perlu lagi ada penambahan anggaran, bahkan lebih baik dialihkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih mendesak.(Sumber:Antara)

6.07.2008


Anak Krakatau Kembali Keluarkan Detuman Keras


SERANG - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Jumat malam (6/6), kembali mengeluarkan satu kali suara dentuman keras hingga ke pesisir pantai Anyer.
"Hampir sebulan letusan Anak Krakatau tidak menyemburkan sinar api ke udara serta bunyi suara dentuman keras," kata petugas Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) Jumono, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (6/6).
Ia mengatakan, sebetulnya beberapa hari terakhir frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau terus menurun. Bahkan, lubang pada kawah baru di lokasi bukit selatan gunung semakin mengecil.
Akan tetapi, sejak dua hari ini mengalami peningkatan kembali aktivitas letusan dan kegempaan vulkanik. Karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan adanya peningkatan itu. Sebab, ujar dia, selama ini letusan dan kegempaan Anak Krakatau masih fluktuatif dan belum dapat diperkirakan kapan akan berhentinya.
Menurut dia, sejauh ini tetap Anak Gunung Krakatau masih tetap status siaga atau level III dan belum dicabut oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Sumber Energi dan Mineral, Bandung.
Hingga kini wisatawan maupun nelayan tidak diperbolehkan mendekati Anak Gunung Krakatau karena berbahaya akan terkena lontaran bebatuan panas.
Data rekaman letusan dan kegempaan Anak Krakatau yang terekam alat seismograf di Pos Pemantauan Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, sepanjang Jumat pukul 00-18 Wib tercatat sebanyak 363 kali, yakni vulkanik A (dalam) 65kali,vulkanik B (dangkal) 101 kali, letusan 113 kali, tremor 11 kali dan hembusan sebanyak 73 kali.
FIRMA ANJUR ACARA DI SINGAPURA DAN M'SIA

SINGAPURA - Apabila pelanggan mereka hendak membuat sesuatu acara di Malaysia ataupun Singapura, firma pengurusan acara, All Abt Events (AAEvents), akan dapat memberikan nasihat bagi acara-acara yang diadakan di kedua-dua negara itu.
Ini kerana gandingan Cik Marinna Masjudi, seorang warga Singapura, dan rakan kongsi niaganya, Cik Kerry Yeung, seorang warga Malaysia, memudahkan pelanggan mereka yang ingin menembusi pasaran Singapura dan Malaysia.
Kedua-dua rakan itu telah berganding bahu untuk membentuk firma tersebut sejak Oktober tahun lalu setelah melihat potensi pasaran yang besar dalam bidang pengurusan acara.
Cik Marinna, 35 tahun, sendiri sudah mempunyai pengalaman tujuh tahun dalam bidang pengurusan acara, dengan pekerjaannya yang terakhir merupakan eksekutif dalam syarikat penganjur seminar terbesar Asia, Success Resources.
'Selepas bekerja makan gaji, saya membuat kerja-kerja pengurusan acara secara sambilan di Malaysia dan mendapati banyak program yang dianjurkan di sana.
'Saya katakan kepada diri saya, mengapa tidak membuka perniagaan saya sendiri?
' Saya usulkan idea ini kepada rakan saya, Kerry, yang sudah lebih lima tahun saya kenali dan beliau juga bersetuju,' kata Cik Marinna, yang membuka AAEvents Sdn Bhd terlebih dahulu di Malaysia (di Sri Hartamas, Kuala Lumpur) sebelum membuka cawangan di Singapura, AAEvents Pte Ltd, yang terletak di Maxwell Road.
Menurut Cik Yeung, 39 tahun, latar belakang negara mereka yang berbeza membuat mereka dapat memberikan nasihat berguna kepada pelanggan mereka.
Beliau memberikan contoh bagaimana AAEvents memberikan nasihat kepada seorang penceramah yang merupakan warga British, Cik Shirley Taylor, yang ingin memasarkan program pentadbirannya di Malaysia dan Singapura semasa Minggu Setiausaha.
'Jika di Singapura, acara Minggu Setiausaha boleh diisi dengan ceramah, tetapi tidak di Malaysia, di mana para setiausaha lebih suka acara berunsur hiburan,' kata Cik Yeung.
Dalam menyediakan khidmat menyeluruh dalam penganjuran acara, AAEvents juga dapat membantu syarikat mencarikan penceramah, menguruskan logistik, membuat rekaan pemasaran dan mengadakan sidang media untuk acara tersebut.
Dari segi industri, mereka pernah menguruskan acara dalam bidang kesihatan, perbankan, sumber manusia (HR), minyak dan gas.
Hujung bulan ini, mereka akan menganjurkan satu acara, seminar hipnosis, yang menampilkan pakar hipnosis terkenal Afrika Selatan, Encik Terry Winchester, di Singapura dan juga Malaysia.
500 Pasar Tani Di Seluruh Negara Menjelang 2010

SHAH ALAM - Lembaga Pemasaran Pertanian Persekutuan (Fama) mensasarkan bilangan pasar tani di seluruh negara akan bertambah sehingga 500 tapak menjelang 2010, kata Timbalan Ketua Pengarah (Pembangunan) Fama, Sahbani Saimin.
Beliau berkata sehingga kini terdapat 270 pasar tani dengan kira-kira 12,125 peniaga di seluruh negara.
"Kita yakin dalam Rancangan Malaysia Kesembilan, sebanyak 230 pasar tani akan bertambah menjelang akhir 2010 dalam usaha memastikan pasar berkenaan menjadi pilihan orang ramai mendapatkan barangan keperluan harian," katanya dalam sidang akhbar selepas majlis perjumpaan Anggota Jawatankuasa Pasar Tani Selangor di sini, Jumaat malam.
Sahbani berkata pertambahan sekali ganda jumlah pasar tani itu juga membantu kerajaan mengatasi masalah sekiranya berlaku inflasi berikutan kenaikan kos barangan keperluan.
Beliau berkata sejak 23 tahun penubuhan pasar tani, bilangan peniaga semakin meningkat saban tahun dengan purata pendapatan bersih minimum RM2,000 setiap bulan.
Sahbani juga berkata penubuhan Anggota Jawatankuasa Pengurusan Pasar Tani di setiap negeri yang dimulakan sejak September lepas memberikan kesan positif kepada kelancaran operasi pasar tani.
Beliau berkata jawatankuasa itu juga berfungsi memastikan bekalan barangan mencukupi, kualiti barangan jualan terjamin dan mengatasi masalah yang dihadapi peniaga di setiap tapak pasar tani di negeri masing-masing.
"Melalui jawatankuasa ini juga kita galakkan mereka mempelbagaikan barangan jualan sehingga mampu menjadi pasar tani pilihan yang setanding pasar raya dan pasar raya hiper yang turut menjual barangan keperluan harian," katanya.
Sementara itu, Pengarah Fama Selangor Che Ghani Che Wan berkata lima tapak pasar tani baru akan dibuka selewat-lewatnya hujung tahun ini iaitu di Puncak Jalil Kinrara, Prima Damansara, Taman TTDI Jaya Shah Alam, Bandar Bukit Mahkota Semenyih dan Batu 14 Puchong.
Beliau berkata sehingga kini terdapat 43 tapak pasar tani di Selangor merangkumi kira-kira 1,800 peniaga dengan nilai jualan mencecah RM70 juta pada tahun lepas.

Clinton lays plans for Obama endorsement


WASHINGTON - Frustrated in defeat, Democrat Hillary Clinton is to endorse U.S. campaign rival Barack Obama on Saturday and party strategists said she needs to set aside any bad feelings and put on a convincing show of unity.
"Feelings on both sides have been pretty heated and a healing process has to go on and it has to begin tomorrow," said Democratic strategist Doug Schoen, who worked in the Clinton White House.
The sometimes bitter 16-month campaign for the Democratic presidential nomination ended on Tuesday with Obama's victory over the former first lady, but Clinton raised eyebrows by not immediately conceding defeat.
Clinton and Obama held a private one-on-one meeting on Thursday night at the Washington home of Sen. Dianne Feinstein. The California Democrat said the two candidates chatted privately for about an hour and were laughing as they left.
Clinton, a New York senator, will formally withdraw from the race on Saturday in Washington and throw her support behind Obama.
The extent of Clinton's endorsement will be of keen interest to the Obama camp. She gained more than 17 million voters during the Democratic battle, and Obama will need many of those to defeat Republican John McCain in November.
"This is a close election," said Democratic strategist Steve Elmendorf, a Clinton supporter. "It's a very important election and people have to come away tomorrow with no doubt about her enthusiasm for him winning in the fall."
Campaigning in the battleground state of Florida, McCain told reporters in Miami after a boat tour of the Everglades that a rise in the U.S. jobless rate to 5.5 percent in May was "disturbing."
FM Wirajuda to visit Morocco, Tunisia

JAKARTA - Indonesian Foreign Minister Hassan Wirajuda will pay working visits to Morocco and Tunisia on June 7-9 to hold bilateral talks with his counterparts, a spokesman said.
"The foreign minister will pay a working visit to Morocco on June 7-8 to hold talks with his Moroccan counterpart (Mohammed Bennaisa)," spokesman for the Indonesian Foreign Ministry Teuku Faizasyah said on Friday.
While in Morocco, Wirajuda would sign five agreements covering economic cooperation, scientific and technical cooperation, cancellation of double taxation and prevention of financial evasion for income tax, informal cooperation, formation of a joint commission for bilateral cooperation and bilateral consultation, he said.
On June 9, Wirajuda would proceed his journey to Tunisia to meet with his counterpart, Abdelwaheb Abdallah, the spokesman said.
During his stay in Tunisia, he would sign a number of agreements with his Tunisian counterpart, including executive program for Adama cooperation for the 2008-2010 period, and youth and sports cooperation and technical cooperation in the transportation sector.